Kamis, 28 November 2019

Tentang Manajemen Pendidikan

   Pengertian Manajemen Pendidikan

   Manajemen pendidikan merupakan suatu proses dari perencanaan, penorganisasian, pengarahan, pengawasan, dan penilaian usaha-usaha pendidikan agar bisa mencapai tujuan pendidikan yang sudah di tetapkan sebelumnya.
  Atau definisi manajemen pendidikan yang lainnya yakni adalah suatu bentuk kerjasama antar pihak-pihak pendidikan demi pencapai suatu target pendidikan yang sudah di tetapkan sebelumnya.
 Yang menjadi tujuan umum dalam manajemen pendidikan yaitu melaksanakan suatu pembentukan kepribadian pelajar yang berdasarkan dengan tujuan dari pendidikan nasional dan tingkat perkembangan ataupun perbaikan untuk usia pendidikan.



   Pengertian Manajemen Pendidikan Menurut Para Ahli

   Berikut ini Merupakan Definisi Pengertian Manajemen Pendidikan Menurut Para Ahli.
  • Leonard  D.  White

manajemen  adalah  segenap  proses,  biasanya  terdapat pada  semua  kelompok  baik  usaha  negara,  pemerintah  atau  swasta,  sipil  atau  militer secara besar-besaran atau secara kecil-kecilan.

  • The  Liang  Gie

manajemen  adalah  segenap  proses  penyelenggaraan  dalam setiap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.

  • Sondang  Palan  Siagian

manajemen  adalah  keseluruhan  proses  kerjasama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya.

  • Pariata  Westra

manajemen  adalah  segenap  rangkaian  perbuatan penyelenggaraan dalam setiap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.

   

   Tujuan Manajemen Pendidikan

    Dilakukan manajemen agar pelaksanaan suatu usaha terencana secara sistematis dan dapat dievaluasi secara benar, akurat dan lengkap sehingga mencapai tujuan secara produktif, berkualitas, efektif dan efesien.

  1. Produktivitas

    adalah perbandingan terbaik antara hasil yang diperoleh (output) dengan jumlah sumber yang dipergunakan (input). Produktivitas dapat dinyatakan secara kuantitas maupun kualitas.

  2. Kualitas

    menunjukkan kepada suatu ukuran penilaian atau penghargaan yang diberikan atau dikenakan kepada barang (products) dan/atau jasa (services) tertentu berdasarkan pertimbangan objektif atas bobot dan/atau kinerjanya.

  3. Efektivitas

    adalah ukuran keberhasilan tujuan organisasi.

  4. Efesiensi

    berkaitan dengan cara yaitu membuat sesuatu dengan betul (doing things right) sementara efektivitas adalah menyangkut tujuan (doing the right things) atau efektivitas adalah perbandingan antara rencana tujuan yang dicapai, efesiensi lebih ditekankan pada perbandingan antara input/sumber daya dengan output. Efesiensi pendidikan adalah bagaimana tujuan itu dicapai dengan memiliki tingkat efesiensi waktu, biaya, tenaga dan sarana.


   

   Fungsi Manajemen Pendidikan

   Fungsi dari manajemen pendidikan mengandung empat unsur yaitu sebagai berikut ini :
  • Perencanaan (Planning)

Perencanaan ialah suatu proses menyusun tujuan dan sasaran organisasi serta menyusun “peta kerja” yang melibatkan cara pencapaian tujuan.

  • Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian adalah suatu Proses dari menghimpun Sumber Daya Manusia, modal, dan peralatan yang dibutuhkan dengan cara yang efektif demi mencapai tujuan.

  • Pelaksanaan (Implementation)

Pelaksanaan merupakan suatu Proses dengan menggerakan sumber daya manusia yang ada untuk melakukan suatu kegiatan pencapaian tujuan sehingga efisiensi proses terjadi dan menghasilkan sebuah efektivitas hasil kerja.

  • Pengawasan (Controlling)

Pengawasan merupakan suatu Proses pemberian balikan dan tindak lanjut dari pembandingan antara hasil yang dicapai dengan suatu rencana yang sudah dibuat kemudian terdapat tindakan penyesuaian jika terjadi penyimpangan.



Pendidikan

merumuskan prinsip-prinsip manajemen pendidikan sebagai berikut:
  1. Memprioritaskan tujuan di atas kepentingan pribadi dan kepentingan mekanisme kerja.
  2. Mengkoordinasikan wewenang dan tanggung jawab.
  3. Memberikan tanggung jawab pada personil sekolah hendaknya sesuai dengan sifat-sifat dan kemampuannya.
  4. Mengenal secara baik faktor-faktor psikologis manusia.
  5. Relativitas nilai-nilai.

Prinsip di atas memiliki esensi bahwa manajemen dalam ilmu dan praktiknya harus memperhatikan tujuan, orang-orang, tugas-tugas, dan nilai-nilai.


Manfaat Manajemen Pendidikan

Manajer sekolah perlu memiliki pengetahuan yang memadai tentang manajer pendidikan sebagai bekal kerja. Dengan kata lain, ia memiliki filsafat manajemen yang akan bermamfaat untuk:

  1. Pegangan dalam melaksanakan manajemen pendidikan.
  2. Melahirkan kepercayaan diri bagi kepala sekolah dalam proses manajemen guna mencapai tujuan sekolah.
  3. Memudahkan kepala sekolah dalam proses berpikir guna memecahkan permasalahan manajemen sekolah secara sistem.

  4. Memotivasi kepala sekolah untuk mendapatkan dukungan dari staf sekolah dan menarik partisipasinya.
  5. Selalu berpikir efektif dan efisien dalam mencapai tujuan
  6. Mengetahui batasan-batasan wewenang dalam manajemen dan memimpin sekolah.

6 komentar:

TEORI PENDIDIKAN KONTEMPORER

PERKEMBANGAN TEORI PENDIDIKAN KONTEMPORER I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang   Lembaga Pendidikan adalah merupakan suatu wadah lemba...