Senin, 02 Desember 2019

TEORI PENDIDIKAN KONTEMPORER

PERKEMBANGAN TEORI PENDIDIKAN KONTEMPORER


I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
  Lembaga Pendidikan adalah merupakan suatu wadah lembaga yang menghantarkan seseorang kedalam alur berfikir yang teratur dan sistematis. Dalam pengertiannya Pendidikan adalah “usaha sadar dan direncanakan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara”. Dalam pelaksanaannya sebuah lembaga pendidikan kerap-kali dihadapkan pada problem-problem sistem pembelajaran, mulai dari penyiapan sarana dan prasarana, materi, tujuan bahkan sampai pada penyiapan proses.
   Dalam perkembangannya lembaga pendidikan sebagai sebuah lembaga yang bergerak dibidang non-profit oriented, memaksa pelaksana pendidikan menggunakan teori-teori yang sebelumnya sudah berkembang dalam dunia ekonomi. Maka tak heran ketika kita mendengar adanya teori manajemen pendidikan, yang pada dasarnya itu diambil dari teori-teori manajemen dalam dunia bisnis. Bukan berarti setelah meminjam teori manajemen ekonomi sebuah lembaga pendidikan menjadi komersial, tetapi semata-mata hanyalah digunakan sebagai landasan yang sistematis untuk mengelola sebuah lembaga pendidikan. Sehingga hasilnya pun tidak bisa seperti yang diharapkan kalau seseorang menerapkan teori manajemen dalam bidang bisnis.
     Dari kondisi yang semacam itulah, maka kita sebagai seorang yang nantinya akan mengemban amanah untuk mengembangkan potensi anak didik (manusia) dalam dunia pendidikan sesuai yang diharapkan dari makna pendidikan itu sendiri, setidaknya memahami bagaimana proses sebenarnya terntang perkembangan teori manajemen yang dikembangkan dalam dunia pendidikan. Oleh sebab itu apa yang kami sampaikan dalam tulisan ini adalah mengenai perkembangan teori manajemen dari masa klasik sampai masa kontemporer yang nantinya akan kita oleh dalam dunia pendidikan.

B. Rumusan Masalah     Dalam makalah ini, penulis akan membahas tentang tiga hal, yakni :1. Apa sebenarnya arti teori, manajemen, dan Administrasi.2. Mengerti perkembangan teori manajemen mulai dari masa klasik, kuno, dan kontemporer.

     

II. PEMBAHASAN

     Untuk memahami perkembangan teori manajemen pendidikan, kita terlebih dahulu harus mengenal apa itu teori dan apa itu manajemen serta bagaimana perkembangan teori manajemen.


a. Pengertian Teori
   Ada beberapa pengertian teori, antara lain dikemukakan oleh Hoy & Miskel (1987 : 2) “Theory is a set of interrelated concepts, assumptions, and generalizations that systematically describes and explains regularities in behavior in educational organizations”. (Teori adalah seperangkat konsep, asumsi, dan generalisasi yang dapat digunakan untuk mengungkapkan dan menjelaskan perilaku dalam berbagai organisasi pendidikan.)
    Sedangkan Drs. Mamduh M. Hanafi, MBA. Menjelaskan bahwa Teori merupakan kumpulan prinsip-prinsip (principles) yang disusun secara sistematis. Prinsip tersebut berusaha menjelaskan hubungan-hubungan antara fenomena-fenomena yang ada. Sebagai contoh, anda mengamati bahwa tanah disekitar gunung berapi merupakan tanah yang subur. Ada dua fenomena yang barangkali berkaitan : tanah yang subur dan gunung berapi. Anda melangkah lebih lanjut dan mengambil kesimpulan : gunung berapi yang menyebabkan tanah menjadi subur, tentu anda tidak mungkin mengambil kesimpulan yang sebaliknya, tanah subur menyebabkan gunung berapi. Anda satu langkah lebih maju, kemudian orang lain mengamati bahwa ada tanah yang subur meskipun tidak berada didekat gunung berapi. Dengan “bukti” yang baru tersebut anda melakukan pengamatan lebih lanjut. Anda sampai pada kesimpulan baru bahwa, bukan gunung berapi itu sendiri yang membuat tanah subur, melainkan zat yang dikeluarkan gubung berapi yang anda namakan humus. Anda memperbaiki kesimpulan anda menjadi “humus bisa membuat tanah menjadi subur”. Anda sudah membuat teori. 
     Selanjutnya, anda bisa membuat prediksi, kalau tanah diberi humus, tanah tersebut menjadi subur. Misalkan ada seorang petani yang menginginkan tanahnya menjadi subur, anda mempunyai teori humus. Maka anda menyarankan tanah petani tersebut diberi humus biar subur. Jika petani tersebut tidak tahu teori humus, dia akan mencoba-coba cara agar tanah menjadi subur, pertama, mungkin dengan sesajian, kedua, mungkin dengan membeli traktor. Petani tersebut telah melakukan coba-coba (trial and error) yang kurang effisien. Dengan demikian teori bisa meminimalkan coba-coba, dan mengefisienkan kerja kita, dengan asumsi teori tersebut benar.

b. Kegunaan (Fungsi) Teori 
   Menurut Prof. Dr. Soegiyono, M.Ed. dikemukakan bahwa Teori dalam administrasi/manajemen mempunyai peranan yang sama dengan teori yang ada dalam ilmu fisika, kimia atau biologi; yaitu berfungsi untuk menjelaskan dan panduan dalam penelitian. Teori sebagai bagian dari ilmu berfungsi untuk menjelaskan (explanation) memprediksi/meramalkan (prediction) dan mengendalikan (controll). Sebagai contoh, mengapa besi kalau kena panas memuai? Kalau besi kena panas 100oC, berapa mm akan memuai? Kalau besi kena panas memuai bagaimana bentuk sambungan rel kereta api? Pernyataan pertama dijawab dengan teori yang berfungsi menjelaskan, pertanyaan kedua dijawab dengan teori yang berfungsi meramalkan, dan pertanyaan ketiga dijawab dengan tori yang berfungsi kontrol/pengendalian. (jawaban pertanyaan ketiga adalah bentuk sambungan dibuat tidak rapat). 
  Sedangkan Dalam administrasi/manajemen pendidikan, teori secara spesifik berguna untuk menentukan cara atau strategi agar pendidikan dapat dikelola secara efektif dan efisien. Dengan teori, maka akan dapat ditemukan cara yang tepat untuk mengelola sumber daya, cara yang termudah dalam mengerjakan pekerjaan, dana yang termurah untuk membiyai pekerjaan, waktu yang tersingkat untuk melaksanakan pekrjaan, alat yang tepat untuk memperingan beban dan memperpendek jarak dalam melaksanakan pekerjaan.

c. Pengertian Manajemen / Administrasi
   Ada kaitan erat antara organisasi, administrasi, dan manajemen. Organisasi adalah sekumpulan orang dengan ikatan tertentu yang merupakan wadah untuk mencapai cita-cita mereka, mula-mula mereka mengintegrasikan sumber-sumber materi maupun sikap para anggota yang dikenal sebagai manajemen dan akhirnya barulah mereka melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk mencapai cita-cita tersebut. Baik manajemen maupun melaksanakan kegiatan itu disebut administrasi.
Pengertian administrasi dengan pengertian manajemen masih kelihatan tidak terpisah secara jelas. Ada yang mengatakan administrasi sebagai cara kerja pemerintahan dengan fungsi merencanakan, mengorganisasi, dan memimpin. Ada pula ahli yang menyebut administrasi sebagai pengarah yang efektif sementara manajemen dikatakannya sebagai pelaksana yang efektif.
  Sementara itu Mamduh mendefinisikan Manajemen sebagai “sebuah proses merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi dengan menggunakan sumberdaya organisasi”.
     
       Definisi tersebut mencakup beberapa kata/pengertian kunci, yaitu :
1. Proses yang merupakan kegiatan yang direncanakan;
2. Kegiatan merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, dan mengendalikan yang sering disebut sebagai fungsi manajemen.
3. Tujuan organisasi yang ingin dicapai melalui aktifitas tersebut;
4. Sumberdaya organisasi yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
     
d. Pengertian Teori Manajemen
    Setelah dijabarkan tentang pengertian teori dan manajemen, maka selanjutnya bagaimana peran dan karakteristik dari teori manajemen itu sendiri. Teori manajemen mempunyai peran (role) atau membantu menjelaskan perilaku organisasi yang berkaitan dengan motivasi, produktivitas, dan kepuasan (satisfaction). Sedang karakteristik dari teori manajemen secara garis besar menurut Dr. Nanang Fattah, dapat dinyatakan : 
1) mengacu pada pengalaman empirik, 
2) adanya keterkaitan antara satu teori dengan teori lain, 
3) mengakui kemungkinan adanya penolakan.
   Didalam proses manajemen digambarkan fungsi-fungsi manajemen digambarkan fungsi-fungsi manajemen secara umum (general) yang ditampilkan ke dalam perangkat organisasi dan mulai dikenal sebagai teori manajemen klasik. Selanjutnya berkembang teori manajemen neoklasik dan teori manajemen modern, sebagaimana digambarkan dalam penjabaran berikut ini.

e. Perkembangan Teori Manajemen
Perkembangan teori manajemen dapat dikelompokkan dalam periode Teori Manajemen Kuno, Teori Manajemen Klasik (1890-an), The Behavioral School (1910-an), The Quantitative School (1940-an), Teori Pendekatan Sistem (1950an), Neo-Human Relation (1950-an), Teori Kontingensi (1970an). Lebih lanjut akan di paparkan sebagai berikut :

1) Teori Manajemen Kuno;
   Sebelum manajemen dijadikan teori secara tersetruuktur, maka pada zaman kuno sudah muncul teori-teori manajemen sebagaimana dimaksud; yang ini disebut teori manajemen kuno. Sampai dengan tingkat tertentu, manajemen telah dipraktekkan oleh masyarakat kuno. Sebagai contoh, bangsa Mesir bisa membuat piramida. Bangunan yang cukup kompleks yang hanya bisa diselesaikan dengan koordinasi yang baik. Kekaisaran Romawi mengembangkan struktur organisasi yang jelas, dan sangat membantu komunikasi dan pengendalian.
    Meskipun manajemen telah dipraktekkan dan dibicarakan di jaman kuno, tetapi kejadian semacam itu relatif sporadis, dan tidak ada upaya yang sistematis untuk mempelajari manajemen. Karena itu manajemen selama beberapa abad kemudian “terlupakan”. Pada akhir abad 19-an, perkembangan baru membutuhkan studi manajemen yang lebih serius. Pada waktu industrialisasi berkembang pesat, dan perusahaan-perusahaan berkembang menjadi perusahaan raksasa.

(2) Teori Manajemen Klasik;
• Robert Owen (1771-1858)
   Owen berkesimpulan bahwa manajer harus menjadi pembaharu (reformer). Beliau melihat peranan pekerja sebagai yang cukup penting sebagai aset perusahaan. Pekerja bukan saja merupakan input, tetapi merupakan sumber daya perusahaan yang signifikan. Ia juga memperbaiki kondisi pekerjanya, dengan mendirikan perumahan (tempat tinggal) yang lebih baik. Beliau juga mendirikan toko, yang mana pekerjanya tidak kesusahan dan dapat membeli kebutuhan dengan harga murah. Ia juga mengurangi jam kerja dari 15 jam menjadi 10,5 jam, dan menolah pekerja dibawah umur 10 tahun.
   Owen berpendapat dengan memperbaiki kondisi kerja atau invertasi pada sumber daya manusia, perusahaan dapat meningkatkan output dan juga keuntungan. Disamping itu Owen juga memperkenalkan sistem penilaian terbuka dan dilakukan setiap hari. Dengan cara seperti itu manajer diharapkan bisa melokalisir masalah yang ada dengan cepat.
• Charles Babbage (1792-1871)
   Babbage merupakan profesor matematika di Inggris. Dengan metode kuantitatifnya beliau percaya :
1) Bahwa prinsip-prinsip ilmiah dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi produksi, produksi naik biaya operasi turun
2) Pembagian Kerja (division of labor); dengan ini kerja/operasi pabriknya bisa dianalisis secara terpisah. Dengan cara semacam ini pula training bisa dilakukan dengan lebih mudah.
3) Dengan melakukan pekerjaan yang sama secara berulang-ulang, maka pekerja akan semakin terampil dan berarti semakin efisien.

(3) Teori Manajemen Ilmiah
* Federick Winslow Taylor (1856-1915)
   Federick Taylor disebut sebagai bapak manajemen ilmiah. Taylor memfokuskan perhatiannya pada studi waktu untuk setiap pekerjaan (time and motion study); dari sini ia mengembangkan analisis kerja. Taylor kemudian memperkenalkan sistem pembayaran differential (differential rate). Manajemen Taylor didasarkan pada langkah atau prinsip sebagai berikut :
1. Mengambangkan Ilmu untuk setiap elemen pekerjaan, untuk menggantikan pikiran yang didasari tanpa ilmu.
2. Mamilih karyawan secara ilmiah, dan melatih mereka untuk melakukan pekerjaan seperti yang ditentukan pada langkah I.
3. Mengawasi karyawan secara ilmiah, untuk memastikan mereka mengikuti metode yang telah ditentukan.


III. PENUTUP

A. Kesimpulan
   Berdasarkan makalah di atas, maka penulis bisa menyimpulkan bahwasanya pendidikan akan mengalami perkembangan apabila terjadi korelasi yang baik antara sistem dan administrasi pada semua aspek yang terlibat dalam dunia pendidikan tersebut.

B. Saran
    Penulis menyadari bahwa karya tulis ini terdapat banyak kekurangan, disebabkan karena sangat kurangnya referensi yang berkaitan langsung dengan judul makalah ini. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan sarannya yang membangun.


IV. DAFTAR PUSTAKA
Fattah, Nanang. Landasan Manajemen Pendidikan, Cet-3(revisi) ; Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2000

M. Hanafi, Mamduh. Manajemen, Yogyakarta : Unit Penerbitan dan Percetakan Akademi Manajemen Perusahaan YKPN, 1997
Pidarta, Made. Manajemen Pendidikan Indonesia, Cet. II ; Jakarta : Rineka Cipta, 2004



Kamis, 28 November 2019

Tentang Manajemen Pendidikan

   Pengertian Manajemen Pendidikan

   Manajemen pendidikan merupakan suatu proses dari perencanaan, penorganisasian, pengarahan, pengawasan, dan penilaian usaha-usaha pendidikan agar bisa mencapai tujuan pendidikan yang sudah di tetapkan sebelumnya.
  Atau definisi manajemen pendidikan yang lainnya yakni adalah suatu bentuk kerjasama antar pihak-pihak pendidikan demi pencapai suatu target pendidikan yang sudah di tetapkan sebelumnya.
 Yang menjadi tujuan umum dalam manajemen pendidikan yaitu melaksanakan suatu pembentukan kepribadian pelajar yang berdasarkan dengan tujuan dari pendidikan nasional dan tingkat perkembangan ataupun perbaikan untuk usia pendidikan.



   Pengertian Manajemen Pendidikan Menurut Para Ahli

   Berikut ini Merupakan Definisi Pengertian Manajemen Pendidikan Menurut Para Ahli.
  • Leonard  D.  White

manajemen  adalah  segenap  proses,  biasanya  terdapat pada  semua  kelompok  baik  usaha  negara,  pemerintah  atau  swasta,  sipil  atau  militer secara besar-besaran atau secara kecil-kecilan.

  • The  Liang  Gie

manajemen  adalah  segenap  proses  penyelenggaraan  dalam setiap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.

  • Sondang  Palan  Siagian

manajemen  adalah  keseluruhan  proses  kerjasama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya.

  • Pariata  Westra

manajemen  adalah  segenap  rangkaian  perbuatan penyelenggaraan dalam setiap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.

   

   Tujuan Manajemen Pendidikan

    Dilakukan manajemen agar pelaksanaan suatu usaha terencana secara sistematis dan dapat dievaluasi secara benar, akurat dan lengkap sehingga mencapai tujuan secara produktif, berkualitas, efektif dan efesien.

  1. Produktivitas

    adalah perbandingan terbaik antara hasil yang diperoleh (output) dengan jumlah sumber yang dipergunakan (input). Produktivitas dapat dinyatakan secara kuantitas maupun kualitas.

  2. Kualitas

    menunjukkan kepada suatu ukuran penilaian atau penghargaan yang diberikan atau dikenakan kepada barang (products) dan/atau jasa (services) tertentu berdasarkan pertimbangan objektif atas bobot dan/atau kinerjanya.

  3. Efektivitas

    adalah ukuran keberhasilan tujuan organisasi.

  4. Efesiensi

    berkaitan dengan cara yaitu membuat sesuatu dengan betul (doing things right) sementara efektivitas adalah menyangkut tujuan (doing the right things) atau efektivitas adalah perbandingan antara rencana tujuan yang dicapai, efesiensi lebih ditekankan pada perbandingan antara input/sumber daya dengan output. Efesiensi pendidikan adalah bagaimana tujuan itu dicapai dengan memiliki tingkat efesiensi waktu, biaya, tenaga dan sarana.


   

   Fungsi Manajemen Pendidikan

   Fungsi dari manajemen pendidikan mengandung empat unsur yaitu sebagai berikut ini :
  • Perencanaan (Planning)

Perencanaan ialah suatu proses menyusun tujuan dan sasaran organisasi serta menyusun “peta kerja” yang melibatkan cara pencapaian tujuan.

  • Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian adalah suatu Proses dari menghimpun Sumber Daya Manusia, modal, dan peralatan yang dibutuhkan dengan cara yang efektif demi mencapai tujuan.

  • Pelaksanaan (Implementation)

Pelaksanaan merupakan suatu Proses dengan menggerakan sumber daya manusia yang ada untuk melakukan suatu kegiatan pencapaian tujuan sehingga efisiensi proses terjadi dan menghasilkan sebuah efektivitas hasil kerja.

  • Pengawasan (Controlling)

Pengawasan merupakan suatu Proses pemberian balikan dan tindak lanjut dari pembandingan antara hasil yang dicapai dengan suatu rencana yang sudah dibuat kemudian terdapat tindakan penyesuaian jika terjadi penyimpangan.



Pendidikan

merumuskan prinsip-prinsip manajemen pendidikan sebagai berikut:
  1. Memprioritaskan tujuan di atas kepentingan pribadi dan kepentingan mekanisme kerja.
  2. Mengkoordinasikan wewenang dan tanggung jawab.
  3. Memberikan tanggung jawab pada personil sekolah hendaknya sesuai dengan sifat-sifat dan kemampuannya.
  4. Mengenal secara baik faktor-faktor psikologis manusia.
  5. Relativitas nilai-nilai.

Prinsip di atas memiliki esensi bahwa manajemen dalam ilmu dan praktiknya harus memperhatikan tujuan, orang-orang, tugas-tugas, dan nilai-nilai.


Manfaat Manajemen Pendidikan

Manajer sekolah perlu memiliki pengetahuan yang memadai tentang manajer pendidikan sebagai bekal kerja. Dengan kata lain, ia memiliki filsafat manajemen yang akan bermamfaat untuk:

  1. Pegangan dalam melaksanakan manajemen pendidikan.
  2. Melahirkan kepercayaan diri bagi kepala sekolah dalam proses manajemen guna mencapai tujuan sekolah.
  3. Memudahkan kepala sekolah dalam proses berpikir guna memecahkan permasalahan manajemen sekolah secara sistem.

  4. Memotivasi kepala sekolah untuk mendapatkan dukungan dari staf sekolah dan menarik partisipasinya.
  5. Selalu berpikir efektif dan efisien dalam mencapai tujuan
  6. Mengetahui batasan-batasan wewenang dalam manajemen dan memimpin sekolah.
BAB I
PENDAHULUAN

 .    A. Latar Belakang.
       Manajemen sebagai ilmu yang dibutuhkan oleh manusia sebagai tatanan di dalam kehidupan baik secara individu maupun kelompok. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen yang merupakan ilmu perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian sumber daya untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

.     B. Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian manajemen?
2.      Bagaimana unsur-unsur manajemen pendidikan?
3.      Apa tujuan dan manfaat manajemen pendidikan?
4.      Bagaimana pembagian manajemen?
5.      Bagaimana komposisis keterampilan manajemen?
6.      Bagaiman ruang lingkup manajemen?
7.      Apa prinsip-prinsip manajemen pendidikan?

      C. Tujuan Makalah
1.      Untuk mengetahui pengertian manajement.
2.      Untuk memahami unsur-unsur manajemen pendidikan.
3.      Untuk mengetahui tujuan dan manfaat manajemen pendidikan.
4.      Untuk memahami pembagian manajemen.
5.      Untuk mengetahui komposisis keterampilan manajemen.
6.      Untuk memahami ruang lingkup manajemen.
7.      Untuk mengetahui prinsip-prinsip manajemen pendidikan. 



BAB II
PEMBAHASAN

       Pengertian Manajemen Pendidikan.
      Manajemen pendidikan merupakan subjek yang sangat penting dalam organisasi yang berfungsi sebagai alat untuk menetapkan tujuan dan mempertimbangkan aspek positif antara masukan (input) atau keluaran (output) agar tercapai efektivitas organisasi dan produktivitas organisasi dengan memadukan semua jenis investasi yang dilakukan manajer dan pegawai dalam melaksanakan aktivitas sesuai dengan kapasitasnya dalam organisasi secara serasi dan seimbang.
      Pada perkembanganya, manajemen saat ini menjadi sebuah proses untuk membantu tercapainya efektifitas dan efisiensi dalam bekerja. Menurut pandangan, Hitt, Black, dan Porter bahwa :
1.      Management is process: it involves a series of actifities and operation, such a planning, deciding and evaluating.
2.      Management involves assembling as using sets of resources: human, financial, material and informational.
3.      Management involves acting in a goal directed manner to accomplish task.
4.      Managemen  involves activities successfully to achieve particular levels of desired results.
      Manajemen adalah proses inti (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan) sebagai langkah pemberdayaan seluruh sumber dan potensi manajemen baik manusia, metode, material, sarana dan prasarana maupun keuangan agar dapat mencapai tujuan organisasi. Dengan demikian bahwa manajemen mempunyai peranan sebagai berikut:
1.      Merumusksn atau mengoordinasikan perumusan visi dan misi organisasi serta menguraikan menjadi tugas pokok dan uraian jabatan setiap individu.
2.      Menyusun struktur dengan tugas pokok, fungsi-fungsi dan sasaran masing-masing unit organisasi.
3.      Menyusun sistem dan mekenisme kerja yang jelas baik di masing-masing unit organisme maupun antara unit organisasi.
4.      Merencanakan dan mengadakan sarana dan peralatan kerja termasuk gedung, peralatan kantor dan tempat kerja, serta alat-alat kerja lainya.
5.      Merencanakan  dan mengadakan karyawan atau perkerja untuk mengisi semua jabatan yang ada, masing-masing dengan kualifikasi yang sesuai dengan persyaratan jabatan.
6.      Mengoordinasikan pelaksanaan tugas di masing-masingunit organisasi.
7.      Mengawasi pelaksanaan tugas di semua unit organisasi.
   
           Unsur-Unsur Manajemen Pendidikan.
       Setiap perusahaan memiliki unsur-unsur untuk membentuk sistem manajerial yang baik. Unsur-unsur inilah yang disebut unsur manajemen. Jika salah satu diantaranya tidak sempurna atau tidak ada, maka akan berimbas dengan berkurangnya upaya untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Unsur-unsur tersebut diantaranya sebagai berikut.
a)      Human (Manusia)
Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa adanya manusia maka tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja.
b)      Money (Uang)
Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.
c)      Materials (Bahan)
Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidak dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.
d)     Machines (Mesin)
Dalam kegiatan perusahaan, mesin sangat diperlukan. Penggunaan mesin akan membawa kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efisiensi kerja.
e)      Methods (Metode)
Dalam pelaksanaan kerja diperlukan metode-metode kerja. Suatu tata cara kerja yang baik akan memperlancar jalannya pekerjaan. Sebuah metode dapat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan dari sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusia itu sendiri.
f)       Market (Pasar)
Memasarkan produk tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor yang menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.
        Unsur- unsur manajemen menjadi hal mutlak dalam manajemen karena sebagai penentu arah perusahaan dalam melakukan kegiatan perusahaan. Selain itu, laporan keuangan juga menjadi penunjang dalam melaksanakan proses manajemen. Kini, Anda dapat membuat laporan keuangan dengan mudah menggunakan software akuntansi seperti Jurnal. Dengan menggunakan laporan keuangan dari Jurnal, Anda dapat lebih mudah melakukan kegiatan manajemen prusahaan hingga memudahkan dalam menentukan keputusan manajemen.


       
        Tujuan dan Manfaat Manajemen Pendidikan.
        Tujuan dan manfaat utama manajemen pendidikan adalah untuk melaksanaan suatu pembentukan kepribadian pelajar yang berdasarkan dengan tujuan dari pendidikan nasional dan tingkat perkembangan atau perbaikan untuk usia pendidikan. Secara umum ada beberapa tujuan dan manfaat manajemen pendidikan sebagai berikut.
a.       Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif,  kreatif, efektif, menyenangkan, dan bermakna (PAKEMB).
b.      Terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
c.       Terpenuhinya salah satu dari 5 kompotensi tenaga kependidikan ( tertunjangnya kompetensi manajerial tenaga kependidikan sebagai manajer ).
d.      Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efesien.
e.       Terbekalinya tenaga kependidikan dengan teori tentang proses dan tugas administrasi pendidikan ( tertunjangnya profesi sebagai manajer atau konsultan manajemen pendidikan ).
f.       Teratasinya masalah mutu pendidikan karena 80% masalah mutu disebabkan oleh manajemennya.
g.      Terciptanya perencanaan pendidikan yang merata, bermutu, relevan, dan akuntabel.
h.      Meningkatnya citra positif pendidikan. 

      
             Pembagian Manajemen.
          Manajemen dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, tergantung dari mana kita melihatnya atau dari sudut mana kita meletakkan dasar pembagiannya. Secara berturut-turut, berikut ini akan dipaparkan seperti di bawah ini:
·         Manajemen tingkat atas (Top Management). Yang termasuk golongan ini adalah Direksi, Presiden Perusahaan dll.
·         Manajemen tingkat menengah (Midle Management). Yang termasuk dalam golongan ini adalah Kepala-kepala Bagian, Kepala Devisi, Kepala Seksi dll.
·         Manajemen tingkat bawah (Lower Management). Yang termasuk  kategori  ini   yaitu  Kepala  Mandor,  Mandor-mandor
Dari batasan di atas, jelas sudah bahwa di dalam suatu organisasi itu senantiasa terdapat beberapa manajer (top manager, middle manager, lower manager).
Masing-masing manajer itu secara universal mempunyai tugas yang sama, yaitu mendayagunakan semua sumber daya dalam rangka pencapaian suatu tujuan, namun walaupun demikian corak kegiatannya berbeda satu sama lain, tergantung pada levelnya atau tingkat-tingkatannya.

          Komposisi Keterampilan Manajemen
   Menurut Robert L. Katz, seorang manajer harus memiliki minimal tiga keterampilan dasar. Keterampilan dasar inilah yang akan berkembang menjadi keahlian seorang manajer. Apa saja ketiga keterampilan dasar manajer tersebut? ini dia.
·                      Keterampilan konseptual (conceptional skill), yaitu keterampilan seorang manajer dalam konsep pemikiran, ide, gagasan yang sangat berguna bagi penyusunan rencana dan pemecahan masalah nanti.
·         Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill), yaitu kemampuan seorang manajer untuk berinteraksi dengan orang lain. Karena dengan komunikasi dan interaksi yang baik dengan orang lain maka akan membawa dampak baik juga bagi manajer tersebut. 
·          Keterampilan teknis (technical skill), Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.
Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin menambahkan dua keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:
o   Keterampilan manajemen waktu, merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004, sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu, maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jam—sekitar $13 per menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.
o   Keterampilan membuat keputusan, merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manajer atas (top manager). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir, manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.

     
             Ruang Lingkup Manajemen.

1.      Berdasarkan wilayah kerja.
Berdasarkan lingkup wilayah kerjanya manajemen pendidikan dibagi menjadi 5 yaitu:
·         Manajemen pendidikan seluruh Negara.
Manajemen untuk tingkat nasional ini ditangani bukan hanya dengan pelaksanaan pelatihan pendidikan di dalam sekolah saja, tetapi juga pendidikan luar sekolah, penyelenggaraan pelatihan, pengayaan penelitian, ataupun pendidikan yang meliputi kebudayaan dan kesenian secara nasional.
·         Manajemen pendidikan dalam satu provensi.
Manajemen ini memiliki ruang lingkup yang meliputi wilayah kerja satu sebatas provinsi saja, yang dimana pelaksanaanya dibantu oleh petugas manajemen pendidikan yang berada di kabupaten dan dikecamatan.
·         Manajemen pendidikan dalam satu kabupaten atau kota.
Manajemen ini memiliki ruang lingkup yang hanya meliputi wilayah kerja satu kabupaten maupun satu kota saja.
·         Manajemen pendidikan satu unit kerja.
Manajemen hanya di titik beratkan pada satu unit kerja yang langsung dalam menangani pekerjaan pendidik.
·         Manajemen kelas.
Manajemen kelas sebagai suatu kesatuan kegiatan yang terkecil dalam manajemen pendidikan yang menjadi inti dari semua jenis manajemen pendidikan.

2.      Berdasarkan objek garapan.
Berdasarkan objek garapan, ruang lingkup manajemen pendidikan antara lain:
a.       Manajemen siswa.
b.      Manajemen personil sekolah
c.       Manajemen Kurikulum
d.      Manajemen Prasarana
e.       Manajemen Ketata usahaan sekolah
f.       Manajemen Anggaran
g.      Manajemen Lembaga atau organisasi pendidikan
h.      Manajemen Hubungan masyarakat atau manajemen komunikasi pendidikan

3.      Berdasarkan fungsi atau urutan kegiatan.
a.       Merencanakan
b.      mengorganisasikan
c.       mengarahkan
d.      mengkoordinasikan
e.       mengkomunikasikan
f.       mengawasi maupun mengevaluasi.

         
          Perinsip-Perinsip Manajemen Pendidikan
   Untuk menjamin  keberhasilan sebuah usaha maka manajemen harus dilaksanakan berdasarkan perinnsip-prinsip manajemen. Dari sekian banyak prinsip manajemen yang dapat diajarkan dan dipelajari oleh calon manajer, yaitu sebagai berikut:
                                                             
i.      Prinsip pembagian kerja.
Bila suatu usaha berkembang, maka bertambalah pula bidang-bidang pekerjaan yang harus ditangani. Maka pembagian kerja diantara semua orang yang bekerja sama dalam suatu usaha tersebut menjadi sangat penting. Dalam pembagian kerja perlu diperhatikan penempatan orang-orang yang sesuai dengan keahlian, pengalaman, kondisi fisik, dan mentalnya. Tujuan pembagian kerja adalah agar dengan usaha yang sama dapat diperoleh hasil kerja yang terbaik. Pembagian kerja dapat membantu pemusatan tujuan, di samping juga merupakan alat terbaik untuk memanfaatkan individu-individu dan kelompok orang sesuai dengan bidang keahlianya masing-masing.
                                                          
ii.      Prinsip Wewenang dan tanggung jawab.
Setiap orang telah diserahi tugas dalam suatu bidang pekerjaan tertentu dengan sendirinya memiliki wewenang untuk membantu memperlancar tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Antara wewenang dan tanggung jawab harus seimbang, sehingga setiap orang dapat memberikan tanggung jawab sesuai dengan wewenang yang diberikan kepadanya.
Wewenang merupan hak memberikan perintah dan kekuasaan meminta kepatuhan dari yang di perintah. Wewenang ada dua macam, pertama wewenang pribadi yang bersumber kepada kepandaian, pengalaman, nilai norma, dan kesanggupan memimpin, kedua wewenang resmi yang diterima dari instansi yang lebih tinggi. Wewenang resmi diperoleh dari atasan tidank akan mendukung tugas-tugas seseorang jika diimbangi dengan wewenang pribadi.
Tanggung jawab adalah tugas dan fungsi-fungsi atau kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang petugas. 
                                                          
iii.      Prinsip Tertib dan disiplin
Sebuah usaha yang dilakukan dengan tertib dan disiplin akan meningkatkan kualitas kerja, peningkatan kualitas kerja akan pula menaikan mutu hasil kerja sebuah usaha. Hakekat kepatuhan yaitu disiplin, yakni melakukan apa yang sudah disetujui bersama antara pemimpin dan para pekerja, baik pesetujuan yang tertulis, lisan maupun yang berupa peraturan-peraturan atau kebiasaan-kebiasaan.
                                                         
 iv.      Prinsip Kesatuan komando
Untuk setiap tindakan petugas harus menerima perintah dari seorang atasan saja, jika tidak wewenang harus dikurangi, disiplin terancam, ketertiban terganggu,dan stabilitas akan mengalami ujian. Jika perintah datang dari hanya satu sumber, maka setiap orang juga akan tahu kepada siapa ia harus bertanggung jawab sesuai dengan wewenang yang telah diberikan kepadanya.
                                                            
v.      Prinsip Semangat kesatuan
Makna peribahasa jawa ‘rukun agawe santosa’ atau persatuan adalah kekuatan yang telah kita pahami sejak lama. Hal ini dipahami oleh setiap kelompok yang hendak melakukan usaha bersama. Dengan perkataan lain, dalam sebuah usaha bersama, setiap orang harus memiliki jiwa kesatuan.
                                                          
vi.      Prinsip Keadilan dan kejujuran          
Semangat kesatuan hanya dapat dibina jika prinsip keadilan dan kejujuran diterapkan dengan baik sehingga setiap orang dapat bekerja dengan sungguh-sungguh dan setia. Keadilan dituntut dalam penempetan tenaga kerja yang harus benar-benar dipertimbangkan berdasarkan pendidikan, pengalaman, dan keahlian seseorang. Sedangkan kejujuran dituntut agar masing-masing orang bekerja prtama-tama untuk kepentingan bersama dari usaha yang dilakukan, dan bukan mendahulukan kepentingan pribadi.










BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
          Manajemen pendidikan merupakan subjek yang sangat penting dalam organisasi yang berfungsi sebagai alat untuk menetapkan tujuan dan mempertimbangkan aspek positif antara masukan (input) atau keluaran (output) agar tercapai efektivitas organisasi dan produktivitas organisasi dengan memadukan semua jenis investasi yang dilakukan manajer dan pegawai dalam melaksanakan aktivitas sesuai dengan kapasitasnya dalam organisasi secara serasi dan seimbang.






DAFTAR PUSTAKA
·         Dani, Zulkarnain. 2017. Manajemen Mutu Madrasah,Yogyakarta: Pustaka Belajar.
·         Fahmi, Irham. 2014. Manajemen (Teori, kasus, dan solusi), Bandung: Alfabeta, cv.
·         Fattah, Nanang. 2000. Landasan Manajemen Pendidikan, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
·         Usman, Husaini. 2011. Manajemen: Teori,Praktek dan Riset Pendidikan, Yogyakarta: Bumi Aksara.

TEORI PENDIDIKAN KONTEMPORER

PERKEMBANGAN TEORI PENDIDIKAN KONTEMPORER I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang   Lembaga Pendidikan adalah merupakan suatu wadah lemba...